Kecelakaan ski: Polisi menyita kamera helm Schumacher

Rupanya Michael Schumacher mengenakan helm berkamera pada saat terjadi kecelakaan parah itu. Media massa di Perancis memberitakan, kamera dan helm tersebut kini disita oleh penyidik. Jumat kemarin polisi menanyai putera juara dunia F1 mengenai hal itu.

Grenoble – Michael Schumacher rupanya menginstal kamera ke helm skinya. Menurut keterangan kantor berita AFP, helm dan kamera milik pemegang rekor juara F1 ini disita Jumat kemarin. AFP merujuk kepada penyidik. Kepala Schumacher menghantam batu jauh dari jalur ski dengan keras sehingga helmnya hancur.

Le Dauphiné Libéré juga memberitakan tentang kamera helm. Namun, koran tersebut tidak yakin apakah kamera itu sempat mengambil gambar selama kecelakaan. Seandainya ada gambar yang terekam, tidak ada yang tahu apakah rekaman tersebut berada pada para penyidik. Pihak kejaksaan tidak mengomentari informasi ini. Hasil penyelidikan akan diberitahukan terlebih dahulu kepada pihak keluarga, kemudian baru kepada pers, begitu pernyataan jaksa umum Patrick Quincy. Putera Schumacher bersama seorang temannya diinterogasi oleh kepolisian Perancis, yaitu pada hari Jumat oleh pihak penyidik. Keduanya berada di tempat kejadian saat kecelakaan tersebut terjadi di Méribel, Savoyen, pegunungan Alpen Perancis.

http://www.goettinger-tageblatt.de/var/storage/images/gt-et/nachrichten/welt-im-spiegel/uebersicht/michael-schumacher-3-bis-6-meter-von-der-piste-skier-nicht-die-ursache/70652005-2-ger-DE/Michael-Schumacher-war-nicht-zu-schnell-unterwegs_ArtikelQuer.jpg

Schumi sedang main ski.

 

 

 

 

 

 

 

 

Schumacher masih memperjuangkan nyawanya di klinik Grenoble. Terakhir kali keadaannya dianggap “kritis, tapi stabil”. Schumacher yang sedang koma, berulang tahun ke-45 Jumat kemarin. Di depan rumah sakit ratusan penggemarnya berkumpul untuk mendoakannya. Tim terdahulunya menyediakan bus-bus dan merespons aksi istimewa ini.

Di tempat parkir para penggemar menggelar bendera Ferrari raksasa. Jalan menuju klinik dihiasi oleh bendera-bendera merah, spanduk dan tulisan-tulisan Ferrari. “Schumi – Kami semua bersamamu dan keluargamu.” Pada malam hari suporter dari Jerman menyemangati pujaan mereka dengan proyeksi cahaya ke bagian muka gedung rumah sakit. “45, Schumi, tabahlah! Terus berjuang!”, ucapan ini ditulis dalam bahasa Inggris.

“Simpati yang luar biasa (…) sangat membantu dan membuat kami terharu”, begitu pernyataan keluarga di situs resmi Schumacher hari Jumat. “Kami sangat berterimakasih atas semua ucapan doa,” tutur mereka selanjutnya.

Translated from: spiegel.de

Penerjemah Harus Tahu

Beberapa saat lalu saya membaca berita yang membuat saya tergelitik. Judul berita tersebut sangat menarik bagi para penerjemah, terutama penerjemah baru. Namun, begitu saya membaca isinya, saya berpikir mungkin masih banyak orang yang tertipu oleh situs real translation jobs. Oleh karena itu, saya membuat artikel ini agar para penerjemah tidak terjebak oleh rayuan maut iklan. Ketika suatu berita menyebut-nyebut suatu perusahaan seperti ini tentu saja bisa menarik minat banyak orang, padahal perusahaan tersebut fiktif.

Syukur-syukur kalau pembaca berita tersebut melakukan sedikit investigasi, maka dengan sedikit meng-google saja mereka akan tahu apakah perusahaan real translation jobs ini penipu atau bukan. Sebetulnya, jika kita melihat sekilas situsnya kita bisa mengetahui apakah suatu situs itu terpercaya atau tidak.

Dari hasil pencarian google, terdapat diskusi di translationdirectory mengenai situs ini. Diskusi di forum penerjemah yang sudah jelas reputasinya tentu lebih valid daripada berita yang hanya menyalin dari situs tersebut tanpa menghadirkan nara sumber yang jelas.

 

Ciri-ciri situs penipuan:

1. Tidak ada halaman lowongan kerja.

Situs ini menawarkan pekerjaan penerjemahan dan juga karier penerjemah. Jika dibandingkan dengan situs-situs penerjemah terkemuka seperti Proz.com, TranslatorsCafe, atau Traduguide, di situs real translation jobs tidak ada menu yang berisi daftar lowongan kerja. Walaupun Anda sudah mendaftar Anda tidak akan melihat satu halaman pun yang berisi lowongan kerja.

2. Harus membayar.

Di Proz.com, TranslatorsCafe dan Traduguide pun Anda tidak diharuskan membayar. Jika mendaftar gratis, Anda sudah bisa melamar pekerjaan yang ditayangkan di ketiga situs tersebut. Kalaupun, Anda membayar, fasilitas yang didapat sangat jelas dan sesuai dengan kebutuhan penerjemah dan sudah saya buktikan sendiri memang memberi peluang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan penerjemahan. Sementara di realtranslationjobs, Anda hanya disuguhi janji tanpa ada bukti, intinya Anda membeli kucing dalam karung.

3. Janji yang bombastis.

Janji penghasilan $100.000 per tahun itu bombastis terutama bagi penerjemah pemula yang tidak diharuskan menguasai bahasa asing. Memang ada bahkan banyak penerjemah yang berpenghasilan sebesar itu, bahkan lebih. Akan tetapi, jika kita hitung, si penerjemah harus menerjemahkan kurang lebih 3.000 kata per hari selama setahun dengan rate minimal $0.1. Seorang pemula yang tidak menguasai bahasa asing dengan baik tidak mungkin mendapatkan rate sebesar itu.

4. Halaman kontak.

Halaman kontak yang disediakan terhubung ke mesin. Tidak ada alamat perusahaan, tidak ada keterangan perusahaan, tidak ada nama admin atau manajer, tidak ada nomor telepon atau pun email.

5. Syarat ringan.

Syarat kemampuan bahasa asing yang tidak tegas merupakan hal yang paling menggelitik. Sudah terbayang hasil terjemahannya seperti apa.

6. Menu affiliate program.

Tidak ada yang salah dengan menu affiliate program. Akan tetapi, menu-menu yang penting tidak ada, kok menu afiliasi ada? Bukankah ini situs untuk kerja penerjemahan bukan afiliasi?

 

Referensi Kamus Penerjemah Bahasa Jerman

Kerapkali orang-orang menganggap penerjemah itu orang hebat yang sudah menghafal seluruh kata bahasa Indonesia dan bahasa asing. Sehingga seorang penerjemah ‘diharuskan’ menjadi kamus berjalan. Itu tidak benar sama sekali. Justru seorang penerjemah yang baik harus selalu membuka kamus. Bahkan tidak hanya satu kamus tapi bisa sampai puluhan kamus dalam sekali kerja penerjemahan.

Selain perkembangan bahasa yang terus menerus, perbedaan latar budaya penutur atau pun penulis teks sumber, serta topik yang dibicarakan dalam teks juga mempengaruhi referensi yang harus digunakan oleh penerjemah.

Jika penerjemah tidak menguasai suatu bidang dengan baik bisa jadi dia harus memeriksa berbagai referensi agar mendapatkan terjemahan yang benar dan berterima.

Kamus merupakan satu referensi wajib bagi setiap penerjemah, apa pun yang mereka terjemahkan. Seorang penerjemah bahasa Jerman-Indonesia harus memiliki minimal 2 buah kamus, yaitu kamus Jerman-Indonesia dan kamus Indonesia-Jerman. Akan lebih baik jika penerjemah juga memiliki atau setidaknya mempunyai akses ke kamus Jerman-Jerman, seperti Duden, dan tentu saja kamus Indonesia, seperti KBBI. Kamusnya harus yang besar yang memuat banyak kata. Jangan menggunakan kamus kecil karena tentu banyak kata-kata yang tidak akan ada di kamus kecil karena ruangnya terbatas.

Harga kamus termasuk mahal bila dibandingkan dengan buku biasa. Akan tetapi menurut saya masih terjangkau. Apalagi bila kita melihatnya dari segi bisnis, kamus termasuk aset penerjemah dalam melakukan pekerjaannya. Maka, harga mahal itu akan menguntungkan dirinya juga. Sebetulnya banyak kamus yang murah. Akan tetapi, tentu Anda mempertanyakan kualitas dan kesahihan isinya.

Internet dan teknologi mempermudah akses kita terhadap kamus dengan munculnya kamus online. Kini kamus tidak berbentuk kertas lagi, sehingga penerjemah tidak perlu membawa kamus-kamus yang berat itu jika dia ingin bekerja di luar rumah/kantor. Kini kita tinggal klik suatu situs dan kita bisa mencari kata-kata yang kita butuhkan. Atau ada juga kamus dalam bentuk program komputer yang tidak memerlukan akses internet seperti LingoPad yang bisa diunduh di sini atau kamus Ebsoft. Sayangnya program kamus seperti ini masih jarang.

Jadi, seorang penerjemah bahasa Jerman ke Indonesia sebaiknya memiliki setidaknya kamus-kamus berikut ini:

 

  1. Kamus Indonesia

Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Ada versi cetak dan online. Anda bisa mendapatkannya di toko-toko buku dan ada juga aplikasinya yang bisa Anda gunakan di komputer tanpa terhubung ke internet.

Selain itu Anda juga dapat mengaksesnya di Kateglo. Kateglo ini sumbangsih brilian dari para penerjemah yang tergabung dalam milis penerjemah Indonesia, Bahtera.

Kamus Jerman- Indonesia

Kamus Jerman-Indonesia yang populer di Indonesia adalah kamus yang disusun oleh Adolf Heuken. Akan tetapi, saya lebih suka menggunakan kamus Jerman-Indonesia terbitan Dian Rakyat. (Lebih asyik lagi jika membandingkan keduanya :D)

 

 jerman-indo-dianrakyatKamus-Jerman-Indonesia

  1. Kamus Indonesia-Jerman

Saya menggunakan kamus terbitan lama dari penerbit Sumur Bandung. Berikut ini penampakannya.

IMG_20140608_093419

Kamus ini kurang memenuhi kebutuhan saya. Saat ini belum menemukan terbitan baru. Mungkin Anda berminat untuk menyusun kamus Indonesia-Jerman? Saya pun belum menemukan kamus online yang lengkap. Akan tetapi, menurut saya kamus berikut ini lumayan bagus.
dictionarium.de

Kamus Jot

 

  1. Kamus Jerman

Duden

Ini kamus yang standar di Jerman. Mungkin kedudukannya setara dengan KBBI. Duden tersedia juga secara daring.
Langenscheidt
Kamus ini juga tersedia dalam bentuk cetak.

 

  1. Kamus Jerman-Inggris, Inggris-Jerman

Tunggu! Mengapa ada pasangan bahasa ini? Bukankah kita sedang membahas kamus jerman-indonesia? Betul. Terkadang (atau seringkali) kita diharuskan membuka kamus Jerman-Inggris, karena tidak bisa menemukan definisi yang tepat di dalam kamus Jerman-Indonesia, biasanya berdasarkan konteks teks yang sedang kita kerjakan. Agar dapat menemukan padanan yang tepat maka kita harus mendapatkan definisi yang tepat.

Beolingus
Dict.cc
Dict.leo.org

Linguee – Linguee memiliki kelebihan dibanding kamus lainnya karena menampilkan contoh-contoh teks dalam berbagai bidang.

 

  1. Tesaurus

Tesaurus Bahasa Indonesia – Eko Endarmoko

Tesaurus Bahasa Jerman – OpenThesaurus

 

  1. Kamus istilah bidang tertentu

Ini juga sangat penting. Terutama jika Anda mengkhususkan diri menerjemahkan bidang tertentu, seperti teknik, kedokteran, atau hukum.

 

  1. Kamus Idiom

Kamus idiom bahasa Jerman juga penting. Akan dibahas di artikel berikutnya.

 

  1. Kamus peribahasa

Jika Anda menerjemahkan bidang sastra, kamus peribahasa bahasa Jerman juga penting. Akan dibahas di artikel berikutnya.

Semua kamus itu penting, karena ada saatnya kita akan memerlukannya ketika menerjemahkan teks tertentu. Mari kita investasi dengan kamus yang lengkap.

Tulisan di atas adalah pendapat pribadi penulis, jika Anda tidak setuju atau ingin menambahkan referensi silakan berkomentar di bawah.

 

Human Edited Machine Translation

Today I was lurking at craigslist, looking for some translation gigs. Then, I stumbled upon a gig that seems interesting. They offer low rate per hour. For international rate $8/hour is so low. But what interested me was the way they hire and how it works. It is a website allowing customers to send out their text to be translated by a machine, and the website hires translators to edit the machine translation. Sounds new? No.

I was just wondering how the system works, since I never worked on such system. I am mostly working for translation agencies either using CAT tools or not, or doing the work on clients’ website which have their own working and billing system. I never worked for a machine before as I wouldn’t know the name or other personal information of those who hire me, so I have concerns.

Because of my curiousity, I made a little experiment pretending as a customer and also a translator on the website. I think, many translators (if not all) would agree that there is no machine translator that would compete human translation. And therefore, it wouldn’t be professional to use machine translator for professional purposes. Even though I know that some translators use a translation machine to help their work and edit the translation result later. Been there done that, it’s a real pain in the *ss.

Even many indonesian translators I know in the mailing list think that machine translation can not help to ease their work at all. Editing machine translation itself is more painful and more time consuming.

The website is offering $0.02 per word to the customers. unbabel pricingVery low. And they would give the translators (editor to be exact) $8/hour. If you translate 300 words per hour on average, it means you get $0.02666667. But, we are not translating, we are editing. So, there should be more words. I myself can edit up to 1000 words per hour. It means,  the actual rate a translator get is around $0.008. Too bad they do not state how many words we have to finish in an hour, so I am not sure the exact rate.

Normal editing rate is around 30% of translation rate. Based on ProZ.com standard translation rate for language combination English to Indonesia is $0.11/wd and minimum rate is $0.08/wd. Meanwhile the translation rate in TranslatorsCafe.com is not different.

Fortunately, they give a 150 words free trial so I can find out the translation result. I took a sample text from linguee.com. It is one of a good language source, that I trust. Let’s compare the translation result.

Step 1: Open the translation box
unbabel translation box
Step 2: Insert the text into the box and choose language combinations
unbabel translation box 2
Step 3: Click Checkout
unbabel translation box checkout
Step 4: Insert your email address, so the website can send you the result.
unbabel insert email
Step 5: Wait for the result.
unbabel confirmation
Step 6: After an hour, the translated text came into my inbox.
unbabel result
Source text:
linguee grossbetrieb

Below is the complete original/translated text:

German English
Unbabel Zwar gibt es die Laser-, wie auch die Ultraschallgravur, diese sind jedoch der Handgravur qualitativ weit unterlegen und werden nur eingesetzt, wenn große Stückzahlen zu einem möglichst günstigen Preis angefertigt werden müssen, z.B. wenn ein Großbetrieb seine 250 männlichen Mitarbeiter mit dem Firmenlogo in der Krawattennadel beglücken will. While there is the laser, and also the ultrasound engraving, these are nevertheless of far inferior quality compared to hand graving and will only be used if larger quantities must be produced at the lowest possible price, like for example, when a major company wants to please his 250 male employees by engraving the company logo on tie pins.
Linguee(original translation) Zwar gibt es die Laser-, wie auch die Ultraschallgravur, diese sind jedoch der Handgravur qualitativ weit unterlegen und werden nur eingesetzt, wenn große Stückzahlen zu einem möglichst günstigen Preis angefertigt werden müssen, z.B. wenn ein Großbetrieb seine 250 männlichen Mitarbeiter mit dem Firmenlogo in der Krawattennadel beglücken will. Engravings can be done by laser or ultrasound but these are by far inferior to handcrafted engravings. These techniques are only applied when large numbers of engravings have to be produced at the lowest possible price, e.g. if a company wants to present its 250 male workers with the company’s logo in a tie pin.
Google Zwar gibt es die Laser-, wie auch die Ultraschallgravur, diese sind jedoch der Handgravur qualitativ weit unterlegen und werden nur eingesetzt, wenn große Stückzahlen zu einem möglichst günstigen Preis angefertigt werden müssen, z.B. wenn ein Großbetrieb seine 250 männlichen Mitarbeiter mit dem Firmenlogo in der Krawattennadel beglücken will. While there is the laser, as well as the ultrasound engraving, but these are hand engraving qualitatively inferior far and will only be used if large quantities must be made at the lowest possible price, eg if a large company wants to please his 250 male employees with the company logo in the tie pin.

The machine translators choose the word ‘please’ instead of ‘present’, and Unbabel’s translation result is not much different from google’s, even though it’s human edited.

Conclusion: I still think that it is not worth it to pay as low as $0.02 if you can get similar translation for free.

And in the perspective of a translator, the rate is absolutely too low and this kind of work is less challenging.

As I only translate to Bahasa Indonesia, I would be able to analyze better if they had the option to translate to Indonesian.

You can also check the reviews of this website by googling “Human Edited Machine Translation”, you’ll find a bunch of reviews.

Tidak Ada Bahasa Bahasa

Kerapkali saya mendapatkan atau mendengarkan pertanyaan “Do you speak Bahasa?” Alis saya langsung terangkat sebelah. Apalagi kalau yang mengajukan pertanyaan tersebut orang Indonesia. Yah, saya tahu maksud dari pertanyaan itu, tapi saya tidak mengerti kenapa kata ‘bahasa’ yang dipilih. Kenapa tidak mengatakan saja ‘bahasa indonesia’ atau supaya lebih singkat ‘indonesia’. Akan tetapi, lebih tepat kalau “Do you speak indonesian?”

Hal ini sudah menjadi pembahasan yang cukup panjang dan berulang-ulang di kalangan para penerjemah. Berawal dari penutur bahasa asing yang salah memahami atau menyebut “indonesian” dengan “bahasa”, mungkin karena “bahasa Indonesia” terlalu panjang, sehingga mereka menyingkatnya bahasa saja. Padahal itu salah. Jika ingin menyingkat sebut saja “indonesia” maka akan menjadi benar.

Kesalahan ini akan menjadi jelas saat kita menyandingkan kata bahasa untuk menyebut bahasa-bahasa lain. Seperti misalnya bahasa italia. Tentu kita tidak akan menyebutnya “bahasa” saja untuk menyingkatnya, melainkan ‘italia’.

Contoh dalam percakapan sehari-hari:

“Bahasa apa saja yang kamu kuasai?”

“Sunda, italia, jerman, prancis, indonesia.”

Saya TIDAK yakin seluruh penerjemah menyayangkan kesalahkaprahan ini. Karena saya lihat penerjemah justru melakukan kesalahan yang sama. Anda dapat melihatnya di fitur multibahasa di situs-situs internet, baik situs yang berasal dari luar negeri maupun dalam negeri. Seringkali saya melihat pilihan bahasa di situs alih-alih indonesia, bahasa indonesia atau Indonesian justru malah ‘bahasa’ saja. Miris sekali. Seharusnya penerjemah bisa memahami pilihan kata yang benar, bukan hanya asal comot karena istilah tersebut banyak digunakan atau sering ia dengar. Kalau seperti ini, akhirnya jadi berbuat salah berjamaah.

Mr. Tim Behrend, Senior Lecturer of Asian Studies, yang berasal dari Selandia Baru pun menyayangkan kesalahan ini dan mengkritik orang-orang Indonesia yang justru ‘manut’ dengan kekurangpahaman penutur asing yang malas belajar bahasa Indonesia yang benar.grammar error

Bahasa berarti language, jadi tentu saja Anda tidak cukup menyebutkan kata bahasa untuk merujuk suatu bahasa tertentu. Daftar di bawah ini saya suguhkan bukti mengapa istilah ‘bahasa’ ini salah.

English = Bahasa Indonesia

Italian = Bahasa Italia

German = Bahasa Jerman

French = Bahasa Prancis

Dutch = Bahasa Belanda

Sundanese = Bahasa Sunda

Arabic = Bahasa Arab

Spanish = Bahasa Spanyol

Tentu semuanya juga sepakat agar kesalahan ini diperbaiki, terutama oleh kita sebagai penutur bahasa Indonesia yang benar dan baik. Mari kita luruskan kesalahan ini, manakala Anda melihatnya terjadi lagi. Terutama para penerjemah, mereka memiliki tanggung jawab besar untuk tidak ‘capek’ menjelaskan kekeliruan ini.

Freelancers- Get the Stress Out

Freelancing is something which makes you money while you sit in the very comfort for your home. You do not require following strict nine to five office schedule rather you can easily manage your profession with the flexible schedule. So you have more to gain from your twenty four hours rather than just nine hours of office for the fixed salary. More time you have for working so, more instances for you to make money. However, there is something which comes as adverse gift with the freelancing and that is weight gain.

The freelancing world is quite different from the one that exists in the office buildings. You do not need to move around the office building, moving up and down the stairs and run for the meetings but what you have to do is sit in front of your computer and have all the office work done there. This adds to the inactivity which leads to weight gain.

Being freelancer, you must be aware of the fact that you keep yourself sitting all day long in front of your computer on your chair which results in slowing down of metabolism. In addition to that, you also may be prone to muscle aches around your neck and shoulders (as reported by huge number of freelancers). So, to avoid these basic issues you need to get up after every hour to get a speedy walk around.

In addition to metabolism boosting up, your brisk walk around your home will give your eyes good exercise as you will no longer be staring at your computer screen. You will also gain a benefit which makes the stress around your neck and shoulders relieved. Further, you will be feeling more creative while you come back to your computer; this is due to the blood supply you are providing to your brain with your brisk walk.

As we have talked much about the stress around neck and shoulder here are few exercises which can help you feel relieved.

–          Keeping your spine right in position move your neck slowly over your shoulders first right to left (round) and then left to right (round).stress

–          Give a good stretch to your shoulders while spreading your arms out and tucking your chest out and hold for few minutes.

–          Now, keeping your body in stretched position fold your arms and place your hands behind your neck. Move your elbows keeping your hands behind your neck so, that both of your elbows meet just before your forehead.

–          Keeping your shoulders in the stretched position, place your right hand over the right side of your head, press for a few seconds and release, now repeat with the other hand.

–          Place your both hands over your forehead and press and release.

–          Get up your seat and take twenty steps backward after every three hours.

Try these simple exercises regularly you will feel great in a minute.

Avoid Freelancing Scams

You might have found the world of freelancing more profitable but it is not exactly what it seems like. If you are thinking that freelancing is just another way for earning money while sitting on the very comfy sofa wearing your pajamas then you are right, only, partially. Likewise, any other profession, freelancing does also comes with a number of risks and one of such risks is the “scamming”.

scamThe scammers are sitting around every corner of your cyber world and are there to get you entangled in their scamming net where and whenever possible. They are taking almost every route to get you scammed. They are no way a step back in advertising themselves, yes not as scammers but as legit ones. However, it is not like you cannot keep yourself safe from scamming. In coming lines you will get some ways you can get yourself to the safe shores from scamming.

The first thing you must do to move to the boat taking towards the safe shore is getting to recognize the scam websites.

These websites are generally extremely distinctive. All you will find on them is “one page” which has following characteristics.

–          Red and bold words with huge fonts

–          Yellow highlighting

–          Text having flashy red appearance

–          Right at the bottom of the page, the website will be asking you for your particulars.

–          They offer how you will get big amount of money in a very short time.

–          And probably they will ask you to buy something.

Note: if you get to some website that does not look like a scamming one, be-aware.  The scammers are much more cautious then we, the freelancers, are.

There are other faces of the picture.

Scam websites are everywhere but there is still an arena that has left unrevealed. It sometimes happens you do not approach the scamming website but the scammer itself approaches you. Who are these? The craigslist scammers! They approach you via your posts you have posted to get hired.

And how do they entangle you? Well, they appear with typical lines as;

–          With this website I have made $$$$, you must give it a try, too…

–          Are you jobless? Try this…

–          Is the money, you are looking for?

–          Please, fill in the information and get back to us, we would love to hire you.

If you are getting emails stating these statements, be very cautious. What I do with such emails is, delete them straight and report them spam.

Still another side of the picture…. The even darker.

Freelancers, themselves are outsourcing tasks at most reputed websites e.g. freelancer, scriptlance, elance etc. they have you hired, get the work done from you, sell it and eat up all your hard earned money. The worst of all… is not it?

So, what do they want?

The answer is quiet simple; all they want is your money, nothing else. They will, sooner or little later, ask you for some money or will eat up your money you have earned after working for them.

Though there is much scam in the freelancing world but still it is not difficult to keep one safe.

Been Spending Time Editing Children Book

Not a really good title for a blog post. But that’s what crossed my mind when I remembered that I haven’t written anything about this.
So, I have been busy with editing the translation of children book since April. It’s translated from German to Indonesian. German, yoohoo (not Yahoo!).

My friend who works at one of the biggest publisher in the whole country called me for a help on editing the translation result. I definitely accepted her offer because it is German to Indonesian, which project is rarely available for this language combination. Rare projects, many translators available. Imagine yourself how big is the competition.

free-clip-art-children-reading-booksPlease note that editing is not an easy job. This is especially children book, doesn’t mean easier to edit. This is particularly translated books. It means you must check two languages. And some factors added, consistency of translation, which terms are not available yet in Bahasa Indonesia etc. etc. In this case, you must always check three languages, i.e. German, Indonesian and importantly English. I always do check the English version of words when translate German to Indonesian because more terms in English are already translated into my mother language.

More work, more time. Happy editing anyone.

Schedule vs. Freelancer

Have you glanced at the calendar today? If not, please take a look now and count how many days you seem to forget. I say ‘forget’ because now you realize how fast the days have gone by since the last time you said, “Oh this is Monday!”

Freelancers are mostly working at home. Having no ‘actual’ boss and partners makes them as happy as a monkey to determine their own working schedule. They can get up as late as they want and don’t have to worry about traffic jam and warning of being undisciplined. As long as they meet the deadline of any projects and clients are satisfied with their services and keep coming back, they don’t need to have regular working schedule neither a to do list.

However, bad working time management may affect to a workaholic behavior which can be dangerous for your health Dan personal life. A freelancer can sit there in front of his computer for more than 10 hours a day. When hi finally turns off his computer he doesn’t even realize how long he’s been sitting there and working on his current project.

Flexible schedule is absolutely bulletin-board-155622_640acceptable for freelancers. You may start working at 1 pm and finish at 10 pm. The next day you can work from 8 am to 2 pm or even working in the middle of the night. It’s exactly based on your mood and also deadline. But, if you sometime ask yourself, “Holiday, what is it?” You have to stop and make yourself habitual by having a list of how many projects you have done and you can accept within a week, so that you can have at least one full day to keep your eyes away from the screen.

Like sport supplement, making schedule wisely will benefit you, your personal life and you can have a more contented working atmosphere.

Invoice

It is important for you to invoice you client or agency. But how should  we prepare the invoice? It could actually be up to you, but I found a standard invoice on ir35calc.co.uk today. You can use it as your guideline. This article lets you know which information to be included on your invoice, and invoice template of .doc and .xls are available for you to download.

You can make your invoice online too in many websites, one of them is wef.net.

 

If you think it is necessary, you can also buy a software for invoicing. You can google that product and find many significant results. I myself prefer using my own invoice. Below is a sample of an invoice you can make by yourself. You can also personalize it as much as you want.

invoice_sample

It includes logo, service, address, email address, phone number, invoice date, due date, client’s info, file or project title, price, tax, any transaction fees, bank/paypal accounts or any other payment methods, and your signature.