Kecelakaan ski: Polisi menyita kamera helm Schumacher

Rupanya Michael Schumacher mengenakan helm berkamera pada saat terjadi kecelakaan parah itu. Media massa di Perancis memberitakan, kamera dan helm tersebut kini disita oleh penyidik. Jumat kemarin polisi menanyai putera juara dunia F1 mengenai hal itu.

Grenoble – Michael Schumacher rupanya menginstal kamera ke helm skinya. Menurut keterangan kantor berita AFP, helm dan kamera milik pemegang rekor juara F1 ini disita Jumat kemarin. AFP merujuk kepada penyidik. Kepala Schumacher menghantam batu jauh dari jalur ski dengan keras sehingga helmnya hancur.

Le Dauphiné Libéré juga memberitakan tentang kamera helm. Namun, koran tersebut tidak yakin apakah kamera itu sempat mengambil gambar selama kecelakaan. Seandainya ada gambar yang terekam, tidak ada yang tahu apakah rekaman tersebut berada pada para penyidik. Pihak kejaksaan tidak mengomentari informasi ini. Hasil penyelidikan akan diberitahukan terlebih dahulu kepada pihak keluarga, kemudian baru kepada pers, begitu pernyataan jaksa umum Patrick Quincy. Putera Schumacher bersama seorang temannya diinterogasi oleh kepolisian Perancis, yaitu pada hari Jumat oleh pihak penyidik. Keduanya berada di tempat kejadian saat kecelakaan tersebut terjadi di Méribel, Savoyen, pegunungan Alpen Perancis.

http://www.goettinger-tageblatt.de/var/storage/images/gt-et/nachrichten/welt-im-spiegel/uebersicht/michael-schumacher-3-bis-6-meter-von-der-piste-skier-nicht-die-ursache/70652005-2-ger-DE/Michael-Schumacher-war-nicht-zu-schnell-unterwegs_ArtikelQuer.jpg

Schumi sedang main ski.

 

 

 

 

 

 

 

 

Schumacher masih memperjuangkan nyawanya di klinik Grenoble. Terakhir kali keadaannya dianggap “kritis, tapi stabil”. Schumacher yang sedang koma, berulang tahun ke-45 Jumat kemarin. Di depan rumah sakit ratusan penggemarnya berkumpul untuk mendoakannya. Tim terdahulunya menyediakan bus-bus dan merespons aksi istimewa ini.

Di tempat parkir para penggemar menggelar bendera Ferrari raksasa. Jalan menuju klinik dihiasi oleh bendera-bendera merah, spanduk dan tulisan-tulisan Ferrari. “Schumi – Kami semua bersamamu dan keluargamu.” Pada malam hari suporter dari Jerman menyemangati pujaan mereka dengan proyeksi cahaya ke bagian muka gedung rumah sakit. “45, Schumi, tabahlah! Terus berjuang!”, ucapan ini ditulis dalam bahasa Inggris.

“Simpati yang luar biasa (…) sangat membantu dan membuat kami terharu”, begitu pernyataan keluarga di situs resmi Schumacher hari Jumat. “Kami sangat berterimakasih atas semua ucapan doa,” tutur mereka selanjutnya.

Translated from: spiegel.de

Penerjemah Harus Tahu

Beberapa saat lalu saya membaca berita yang membuat saya tergelitik. Judul berita tersebut sangat menarik bagi para penerjemah, terutama penerjemah baru. Namun, begitu saya membaca isinya, saya berpikir mungkin masih banyak orang yang tertipu oleh situs real translation jobs. Oleh karena itu, saya membuat artikel ini agar para penerjemah tidak terjebak oleh rayuan maut iklan. Ketika suatu berita menyebut-nyebut suatu perusahaan seperti ini tentu saja bisa menarik minat banyak orang, padahal perusahaan tersebut fiktif.

Syukur-syukur kalau pembaca berita tersebut melakukan sedikit investigasi, maka dengan sedikit meng-google saja mereka akan tahu apakah perusahaan real translation jobs ini penipu atau bukan. Sebetulnya, jika kita melihat sekilas situsnya kita bisa mengetahui apakah suatu situs itu terpercaya atau tidak.

Dari hasil pencarian google, terdapat diskusi di translationdirectory mengenai situs ini. Diskusi di forum penerjemah yang sudah jelas reputasinya tentu lebih valid daripada berita yang hanya menyalin dari situs tersebut tanpa menghadirkan nara sumber yang jelas.

 

Ciri-ciri situs penipuan:

1. Tidak ada halaman lowongan kerja.

Situs ini menawarkan pekerjaan penerjemahan dan juga karier penerjemah. Jika dibandingkan dengan situs-situs penerjemah terkemuka seperti Proz.com, TranslatorsCafe, atau Traduguide, di situs real translation jobs tidak ada menu yang berisi daftar lowongan kerja. Walaupun Anda sudah mendaftar Anda tidak akan melihat satu halaman pun yang berisi lowongan kerja.

2. Harus membayar.

Di Proz.com, TranslatorsCafe dan Traduguide pun Anda tidak diharuskan membayar. Jika mendaftar gratis, Anda sudah bisa melamar pekerjaan yang ditayangkan di ketiga situs tersebut. Kalaupun, Anda membayar, fasilitas yang didapat sangat jelas dan sesuai dengan kebutuhan penerjemah dan sudah saya buktikan sendiri memang memberi peluang lebih besar untuk mendapatkan pekerjaan penerjemahan. Sementara di realtranslationjobs, Anda hanya disuguhi janji tanpa ada bukti, intinya Anda membeli kucing dalam karung.

3. Janji yang bombastis.

Janji penghasilan $100.000 per tahun itu bombastis terutama bagi penerjemah pemula yang tidak diharuskan menguasai bahasa asing. Memang ada bahkan banyak penerjemah yang berpenghasilan sebesar itu, bahkan lebih. Akan tetapi, jika kita hitung, si penerjemah harus menerjemahkan kurang lebih 3.000 kata per hari selama setahun dengan rate minimal $0.1. Seorang pemula yang tidak menguasai bahasa asing dengan baik tidak mungkin mendapatkan rate sebesar itu.

4. Halaman kontak.

Halaman kontak yang disediakan terhubung ke mesin. Tidak ada alamat perusahaan, tidak ada keterangan perusahaan, tidak ada nama admin atau manajer, tidak ada nomor telepon atau pun email.

5. Syarat ringan.

Syarat kemampuan bahasa asing yang tidak tegas merupakan hal yang paling menggelitik. Sudah terbayang hasil terjemahannya seperti apa.

6. Menu affiliate program.

Tidak ada yang salah dengan menu affiliate program. Akan tetapi, menu-menu yang penting tidak ada, kok menu afiliasi ada? Bukankah ini situs untuk kerja penerjemahan bukan afiliasi?

 

Referensi Kamus Penerjemah Bahasa Jerman

Kerapkali orang-orang menganggap penerjemah itu orang hebat yang sudah menghafal seluruh kata bahasa Indonesia dan bahasa asing. Sehingga seorang penerjemah ‘diharuskan’ menjadi kamus berjalan. Itu tidak benar sama sekali. Justru seorang penerjemah yang baik harus selalu membuka kamus. Bahkan tidak hanya satu kamus tapi bisa sampai puluhan kamus dalam sekali kerja penerjemahan.

Selain perkembangan bahasa yang terus menerus, perbedaan latar budaya penutur atau pun penulis teks sumber, serta topik yang dibicarakan dalam teks juga mempengaruhi referensi yang harus digunakan oleh penerjemah.

Jika penerjemah tidak menguasai suatu bidang dengan baik bisa jadi dia harus memeriksa berbagai referensi agar mendapatkan terjemahan yang benar dan berterima.

Kamus merupakan satu referensi wajib bagi setiap penerjemah, apa pun yang mereka terjemahkan. Seorang penerjemah bahasa Jerman-Indonesia harus memiliki minimal 2 buah kamus, yaitu kamus Jerman-Indonesia dan kamus Indonesia-Jerman. Akan lebih baik jika penerjemah juga memiliki atau setidaknya mempunyai akses ke kamus Jerman-Jerman, seperti Duden, dan tentu saja kamus Indonesia, seperti KBBI. Kamusnya harus yang besar yang memuat banyak kata. Jangan menggunakan kamus kecil karena tentu banyak kata-kata yang tidak akan ada di kamus kecil karena ruangnya terbatas.

Harga kamus termasuk mahal bila dibandingkan dengan buku biasa. Akan tetapi menurut saya masih terjangkau. Apalagi bila kita melihatnya dari segi bisnis, kamus termasuk aset penerjemah dalam melakukan pekerjaannya. Maka, harga mahal itu akan menguntungkan dirinya juga. Sebetulnya banyak kamus yang murah. Akan tetapi, tentu Anda mempertanyakan kualitas dan kesahihan isinya.

Internet dan teknologi mempermudah akses kita terhadap kamus dengan munculnya kamus online. Kini kamus tidak berbentuk kertas lagi, sehingga penerjemah tidak perlu membawa kamus-kamus yang berat itu jika dia ingin bekerja di luar rumah/kantor. Kini kita tinggal klik suatu situs dan kita bisa mencari kata-kata yang kita butuhkan. Atau ada juga kamus dalam bentuk program komputer yang tidak memerlukan akses internet seperti LingoPad yang bisa diunduh di sini atau kamus Ebsoft. Sayangnya program kamus seperti ini masih jarang.

Jadi, seorang penerjemah bahasa Jerman ke Indonesia sebaiknya memiliki setidaknya kamus-kamus berikut ini:

 

  1. Kamus Indonesia

Kamus Besar Bahasa Indonesia.
Ada versi cetak dan online. Anda bisa mendapatkannya di toko-toko buku dan ada juga aplikasinya yang bisa Anda gunakan di komputer tanpa terhubung ke internet.

Selain itu Anda juga dapat mengaksesnya di Kateglo. Kateglo ini sumbangsih brilian dari para penerjemah yang tergabung dalam milis penerjemah Indonesia, Bahtera.

Kamus Jerman- Indonesia

Kamus Jerman-Indonesia yang populer di Indonesia adalah kamus yang disusun oleh Adolf Heuken. Akan tetapi, saya lebih suka menggunakan kamus Jerman-Indonesia terbitan Dian Rakyat. (Lebih asyik lagi jika membandingkan keduanya :D)

 

 jerman-indo-dianrakyatKamus-Jerman-Indonesia

  1. Kamus Indonesia-Jerman

Saya menggunakan kamus terbitan lama dari penerbit Sumur Bandung. Berikut ini penampakannya.

IMG_20140608_093419

Kamus ini kurang memenuhi kebutuhan saya. Saat ini belum menemukan terbitan baru. Mungkin Anda berminat untuk menyusun kamus Indonesia-Jerman? Saya pun belum menemukan kamus online yang lengkap. Akan tetapi, menurut saya kamus berikut ini lumayan bagus.
dictionarium.de

Kamus Jot

 

  1. Kamus Jerman

Duden

Ini kamus yang standar di Jerman. Mungkin kedudukannya setara dengan KBBI. Duden tersedia juga secara daring.
Langenscheidt
Kamus ini juga tersedia dalam bentuk cetak.

 

  1. Kamus Jerman-Inggris, Inggris-Jerman

Tunggu! Mengapa ada pasangan bahasa ini? Bukankah kita sedang membahas kamus jerman-indonesia? Betul. Terkadang (atau seringkali) kita diharuskan membuka kamus Jerman-Inggris, karena tidak bisa menemukan definisi yang tepat di dalam kamus Jerman-Indonesia, biasanya berdasarkan konteks teks yang sedang kita kerjakan. Agar dapat menemukan padanan yang tepat maka kita harus mendapatkan definisi yang tepat.

Beolingus
Dict.cc
Dict.leo.org

Linguee – Linguee memiliki kelebihan dibanding kamus lainnya karena menampilkan contoh-contoh teks dalam berbagai bidang.

 

  1. Tesaurus

Tesaurus Bahasa Indonesia – Eko Endarmoko

Tesaurus Bahasa Jerman – OpenThesaurus

 

  1. Kamus istilah bidang tertentu

Ini juga sangat penting. Terutama jika Anda mengkhususkan diri menerjemahkan bidang tertentu, seperti teknik, kedokteran, atau hukum.

 

  1. Kamus Idiom

Kamus idiom bahasa Jerman juga penting. Akan dibahas di artikel berikutnya.

 

  1. Kamus peribahasa

Jika Anda menerjemahkan bidang sastra, kamus peribahasa bahasa Jerman juga penting. Akan dibahas di artikel berikutnya.

Semua kamus itu penting, karena ada saatnya kita akan memerlukannya ketika menerjemahkan teks tertentu. Mari kita investasi dengan kamus yang lengkap.

Tulisan di atas adalah pendapat pribadi penulis, jika Anda tidak setuju atau ingin menambahkan referensi silakan berkomentar di bawah.

 

Human Edited Machine Translation

Today I was lurking at craigslist, looking for some translation gigs. Then, I stumbled upon a gig that seems interesting. They offer low rate per hour. For international rate $8/hour is so low. But what interested me was the way they hire and how it works. It is a website allowing customers to send out their text to be translated by a machine, and the website hires translators to edit the machine translation. Sounds new? No.

I was just wondering how the system works, since I never worked on such system. I am mostly working for translation agencies either using CAT tools or not, or doing the work on clients’ website which have their own working and billing system. I never worked for a machine before as I wouldn’t know the name or other personal information of those who hire me, so I have concerns.

Because of my curiousity, I made a little experiment pretending as a customer and also a translator on the website. I think, many translators (if not all) would agree that there is no machine translator that would compete human translation. And therefore, it wouldn’t be professional to use machine translator for professional purposes. Even though I know that some translators use a translation machine to help their work and edit the translation result later. Been there done that, it’s a real pain in the *ss.

Even many indonesian translators I know in the mailing list think that machine translation can not help to ease their work at all. Editing machine translation itself is more painful and more time consuming.

The website is offering $0.02 per word to the customers. unbabel pricingVery low. And they would give the translators (editor to be exact) $8/hour. If you translate 300 words per hour on average, it means you get $0.02666667. But, we are not translating, we are editing. So, there should be more words. I myself can edit up to 1000 words per hour. It means,  the actual rate a translator get is around $0.008. Too bad they do not state how many words we have to finish in an hour, so I am not sure the exact rate.

Normal editing rate is around 30% of translation rate. Based on ProZ.com standard translation rate for language combination English to Indonesia is $0.11/wd and minimum rate is $0.08/wd. Meanwhile the translation rate in TranslatorsCafe.com is not different.

Fortunately, they give a 150 words free trial so I can find out the translation result. I took a sample text from linguee.com. It is one of a good language source, that I trust. Let’s compare the translation result.

Step 1: Open the translation box
unbabel translation box
Step 2: Insert the text into the box and choose language combinations
unbabel translation box 2
Step 3: Click Checkout
unbabel translation box checkout
Step 4: Insert your email address, so the website can send you the result.
unbabel insert email
Step 5: Wait for the result.
unbabel confirmation
Step 6: After an hour, the translated text came into my inbox.
unbabel result
Source text:
linguee grossbetrieb

Below is the complete original/translated text:

German English
Unbabel Zwar gibt es die Laser-, wie auch die Ultraschallgravur, diese sind jedoch der Handgravur qualitativ weit unterlegen und werden nur eingesetzt, wenn große Stückzahlen zu einem möglichst günstigen Preis angefertigt werden müssen, z.B. wenn ein Großbetrieb seine 250 männlichen Mitarbeiter mit dem Firmenlogo in der Krawattennadel beglücken will. While there is the laser, and also the ultrasound engraving, these are nevertheless of far inferior quality compared to hand graving and will only be used if larger quantities must be produced at the lowest possible price, like for example, when a major company wants to please his 250 male employees by engraving the company logo on tie pins.
Linguee(original translation) Zwar gibt es die Laser-, wie auch die Ultraschallgravur, diese sind jedoch der Handgravur qualitativ weit unterlegen und werden nur eingesetzt, wenn große Stückzahlen zu einem möglichst günstigen Preis angefertigt werden müssen, z.B. wenn ein Großbetrieb seine 250 männlichen Mitarbeiter mit dem Firmenlogo in der Krawattennadel beglücken will. Engravings can be done by laser or ultrasound but these are by far inferior to handcrafted engravings. These techniques are only applied when large numbers of engravings have to be produced at the lowest possible price, e.g. if a company wants to present its 250 male workers with the company’s logo in a tie pin.
Google Zwar gibt es die Laser-, wie auch die Ultraschallgravur, diese sind jedoch der Handgravur qualitativ weit unterlegen und werden nur eingesetzt, wenn große Stückzahlen zu einem möglichst günstigen Preis angefertigt werden müssen, z.B. wenn ein Großbetrieb seine 250 männlichen Mitarbeiter mit dem Firmenlogo in der Krawattennadel beglücken will. While there is the laser, as well as the ultrasound engraving, but these are hand engraving qualitatively inferior far and will only be used if large quantities must be made at the lowest possible price, eg if a large company wants to please his 250 male employees with the company logo in the tie pin.

The machine translators choose the word ‘please’ instead of ‘present’, and Unbabel’s translation result is not much different from google’s, even though it’s human edited.

Conclusion: I still think that it is not worth it to pay as low as $0.02 if you can get similar translation for free.

And in the perspective of a translator, the rate is absolutely too low and this kind of work is less challenging.

As I only translate to Bahasa Indonesia, I would be able to analyze better if they had the option to translate to Indonesian.

You can also check the reviews of this website by googling “Human Edited Machine Translation”, you’ll find a bunch of reviews.